Kinerja akademik UNGGUL tingkat internasional kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis FISIP Unila dalam bentuk outbound student mobility ke berbagai kampus di Malaysia. Sebelumnya tahun 2024 empat mahasiswa Jurusan Adm. Bisnis, yaitu Bella Trisna Pitaloka (2256051042), Dhea Amelya Putri (2216051107), Revalina Imelda Amran (2316051089), dan Tarisya Febrianti Putri Prisie (2216051002) telah lolos mengikuti student mobility ke Universiti Sains Malaysia (USM). Selanjutnya di tahun 2025 Nurfeyza Ayuna Chandra (2316051029) dan Yosby Dwi Armanza (2316051073) juga berhasil lolos program international student mobility masing-masing ke USM dan ke University of Malaya (UM). Tahun 2026 ini giliran Luckyta Azzahra (2416051009) dan Luthfia Salsabila (2416051023) juga berhasil lolos seleksi Program International Student Mobility and Internship ke USM.

Outbound student mobility merupakan program mobilitas mahasiswa untuk belajar ke luar negeri kerjasama antara FISIP Unila dengan Centre for Policy Research (CPR) USM. Selain diikuti oleh mahasiswa S1 Ilmu Adm. Bisnis, program ini juga diikuti oleh mahasiswa S1 Hubungan Internasional, S1 Ilmu Pemerintahan, dan D3 Administrasi Perkantoran. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi akademik, kemampuan penelitian, keterampilan pengabdian, serta memberikan pengalaman belajar dan bekerja dalam lingkungan internasional melalui kegiatan penelitian, pendidikan – internship, dan pengabdian kepada masyarakat. Setelah mengikuti dan menyelesaikan program ini mahasiswa berhak memperoleh konversi nilai sebanyak empat mata kuliah (maksimum 12 SKS).

Setibanya di USM tepatnya di Pulau Pinang Malaysia, para peserta ditempatkan di asrama USM sebagai tempat tinggal selama program berlangsung. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi orientasi bersama dosen dan Tim CPR yang memperkenalkan tujuan program, mekanisme pelaksanaan, serta agenda kegiatan student mobility and internship yang meliputi aktifitas akademik pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Untuk agenda kegiatan penelitian, peserta memperoleh pembekalan mengenai metodologi penelitian yang mencakup identifikasi isu penelitian, penyusunan research, penentuan metode penelitian, penyusunan instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, hingga dasar-dasar pengolahan dan analisis data. “Pembekalan ini penting untuk melaksanaan penelitian sehingga setiap tahapan dapat dilakukan secara sistematis sesuai dengan kaidah ilmiah”, jelas Luckyta.

Dalam program penelitian, Luckyta dan Luthfia meneliti tema Nusantarazation and Decolonization sebagai fokus penelitian. Di USM keduanya mengkaji kembali keterhubungan sejarah, budaya, dan peradaban antara kawasan Nusantara dengan Semenanjung Malaya melalui perspektif yang berpusat pada pengalaman masyarakat lokal, dan bukan semata-mata berdasarkan narasi kolonial. Penelitian dilaksanakan melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta studi literatur pada berbagai situs heritage di Pulau Pinang. Sebagai bagian dari penelitian, keduanya mengunjungi sejumlah kawasan dan bangunan bersejarah, seperti George Town UNESCO World Heritage Site, Masjid Melayu Lebuh Acheh, Sun Yat Sen Museum, Kampung Makam, nasi kandar Hameediyah serta beberapa situs heritage lainnya. “Melalui observasi dan wawancara bersama pengelola situs maupun masyarakat setempat, kami memperoleh pemahaman mengenai nilai sejarah, proses pelestarian warisan budaya, serta keterkaitan Pulau Pinang dengan jaringan sejarah dan peradaban Nusantara”, jelas Luthfia.

Selain kegiatan penelitian, Luckyta dan Luthfia juga melakukan kegiatan akademik observasi bidang budaya dengan mempelajari kekayaan budaya Pulau Pinang melalui eksplorasi kuliner khas, salah satunya Nasi Kandar yang menjadi ikon kuliner Malaysia. Kegiatan tersebut memberikan pemahaman bahwa kuliner tidak hanya menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat, tetapi juga mencerminkan proses migrasi, akulturasi, dan interaksi antarbangsa yang telah berlangsung selama berabad-abad di kawasan Asia Tenggara. “Di samping kegiatan akademik tersebut, kami juga menjalani kegiatan internship atau magang di CPR – USM”, kata Luckyta. Selama kegiatan magang, Luckyta dan Luthfia terlibat dalam berbagai aktivitas pendukung akademik, yaitu membantu penyelenggaraan seminar internasional yang diselenggarakan oleh CPR mulai dari tahap persiapan, koordinasi, hingga pelaksanaan kegiatan. Pengalaman magang ini memberikan wawasan mengenai penyelenggaraan kegiatan akademik bertaraf internasional dan sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama, dan profesionalisme dalam lingkungan multikultural.

Program student mobility and internship ini juga mencakup kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penyelenggaraan kelas nonformal bagi anak-anak Indonesia yang tinggal di Malaysia. Dalam kegiatan tersebut, Luckyta dan Luthfia berbagi pengetahuan, memberikan pendampingan belajar, serta membangun interaksi dengan komunitas Indonesia di Pulau Pinang sebagai bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi dalam lingkup internasional. “Pada akhir program, setiap kelompok mempresentasikan hasil penelitian dan pengabdian yang telah dilaksanakan selama kegiatan student mobility and internship ini”, jelas Luthfia. Presentasi dilakukan di hadapan dosen pembimbing dan peserta lainnya dalam suasana akademik yang interaktif, sehingga menjadi wadah untuk memperoleh masukan, bertukar gagasan, serta memperkaya hasil penelitian yang telah dilakukan.

Selama mengikuti Program International Student Mobility and Internship di USM, Luckyta dan Luthfia memperoleh pendampingan akademik dari para dosen dan peneliti CPR, yaitu Assoc. Prof. Dr. Mohammad Reevany Bustami, Assoc. Prof. Dr. Sazlina Md. Salleh, Dr. Dina Miza Suhaimi, Dr. Illisriyani Ismail, dan Mr. Hanif Abdurahman Siswanto. Melalui bimbingan para akademisi tersebut, keduanya tidak hanya memperoleh pengalaman dalam pelaksanaan penelitian, pengabdian, dan kegiatan akademik internasional, tetapi juga memperkuat pemahaman mengenai perspektif nusantarazation and decolonization sebagai pendekatan dalam mengkaji sejarah dan warisan budaya Asia Tenggara.

Melalui rangkaian kegiatan Program International Student Mobility and Internship ini, Luckyta dan Luthfia memperoleh pengalaman yang tidak hanya memperkuat kemampuan akademik, tetapi juga memperluas wawasan budaya dan sosial dalam lingkungan Internasional. “Berbagai aktivitas yang kami jalani memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dalam tim multikultural, beradaptasi dengan lingkungan baru, serta memahami pentingnya kolaborasi lintas budaya dalam konteks global”, jelas Luckyta. Terpisah Ketua Jurusan Ilmu Administrasi Bisinis FISIP Unila, Dr. Ahmad Rifa’i, S.Sos, M.Si menyampaikan apresiasi yang tinggi atas prestasi akademik internasional ini. “Aktifitas ini adalah salah satu bentuk implementasi Akreditasi UNGGUL BAN-PT dan Akrditasi Internasional FIBAA yang telah kami peroleh sejak tahun 2022”, tegasnya. Pengalaman kedua mahasiswa ini diharapkan dapat menjadi bekal yang bermanfaat dalam pengembangan kompetensi akademik yang lebih professional, dan sekaligus mendorong kesiapan untuk menghadapi tantangan di dunia kerja maupun pendidikan pada tingkat internasional.

Logo Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis FISIP Unila